Sabtu, 08 Februari 2014
SNMPTN, SBMPTN, dan PASSING GRADE
Ini ada rangkuman chirpstory ttg SNMPTN, SBMPTN dan PASSING GRADE UGM :) selamat baca yaa..
kalo mau baca yang asli kunjungi aja ini >> http://chirpstory.com/li/49469 atau follow twitternya @UGMsolidarity .
kalo mau baca yang asli kunjungi aja ini >> http://chirpstory.com/li/49469 atau follow twitternya @UGMsolidarity .
- yuk kita share lagi tentang #SNMPTNtips , ajak temen2 sekolah buat follow juga biar tau,kesalahan terbesar SNMPTN itu kurangnya informasi :)
-
tahun ini UGM akan mengadakan SNMPTN, SBMPTN dan kemungkinan UM serta PBU #SNMPTNtips
-
SNMPTN tahun ini berbeda dr tahun2 sebelumnya, full undangan. Utk jalur tertulis melalui SNMPTN dan UM #SNMPTNtips -
PBU (Penelusuran Bibit Unggul) blm ada kejelasan lebih lanjut dari pihak UGM, kita masih menunggu. #SNMPTNtips -
yang perlu diingat, SBMPTN dan UM bukan/tidak sama dengan SNMPTN tulis, mekanismenya berbeda, SNMPTN dr pemerintah. #SNMPTNtips -
di SNMPTN, biaya mendapat subsidi dari pemerintah, sedangkan selain itu tidak. Pendaftaran SNMPTN tahun ini gratis. #SNMPTNtips -
karena perbedaan mekanisme ini, yang kami khawatirkan proses penerimaan tdk seperti tahun lalu yang diatur rapih. #SNMPTNtips -
apa itu SBMPTN, apa itu UM? SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) diadakan oleh beberapa universitas di Indo. #SNMPTNtips -
ada kemiripan antara SNMPTN tulis dgn SBMPTN, yaitu sama2 dilaksanakan oleh banyak universitas. #SNMPTNtips -
karena UM (Ujian Mandiri) hanya dilakukan oleh masing2 universitas, contoh: UM UGM hanya utk masuk UGM. #SNMPTNtips -
sedangkan SBMPTN mencakup kampus2 lain, contoh: UI, UGM, IPB, dll. #SNMPTNtips -
yang kami sayangkan, info mengenai SNMPTN dan SBMPTN sampai saat ini masih belum jelas, terlihat persiapan masih blm sempurna. #SNMPTNtips -
oleh krn itu wajar, UGM pun blm memberitakan secara resmi mengenai tatacara dan sistem pendaftaran UGM. hanya dr pihak tertentu. #SNMPTNtips -
kepastian mengenai UM dan PBU di UGM memang masih blm sempurna, konsep SBMPTN pun masih dalam tahap perumusan. #SNMPTNtips -
kami menghimbau kepada para calon mahasiswa utk tetap tenang, all iz well. tetap belajar untuk persiapan jalur tertulis #SNMPTNtips -
tentunya dengan tetap mencari info, tentang SNMPTN/SBMPTN/UM dan tentang kampus. kesalahan para calon mhs adl kurangnya info. #SNMPTNtips -
pendaftaran SNMPTN akan dibuka pada tgl 1 Februari, sedangkan jalur lain masih blm ada info. SNMPTN hanya utk lulusan 2013. #SNMPTNtips -
lalu bagaimana pengaruh diterima atau tidaknya siswa di SNMPTN undangan, melalui faktor apa? sekolah, akreditasi, nilai rapot? #SNMPTNtips -
tdk ada yang tau pasti faktor apa yg mempengaruhi di SNMPTN undangan, penilaian dilakukan sangat tertutup. tdk ada yg mutlak. #SNMPTNtips -
tdk ada yg mutlak, artinya, nilai rapot kecil masih mempunyai kemungkinan utk diterima&nilai rapot besar blm pasti diterima. #SNMPTNtips -
utk yg mau mendaftarkan diri melalui SNMPTN, jgn berkecil hati karena nilai rapot tdk tinggi. Pede aja lagi. #SNMPTNtips -
jalur-jalur tadi (SNMPTN,SBMPTN,UM,PBU) hanya utk S1, utk D3/Vokasi di semua kampus beda, ada pendaftaran sendiri. #SNMPTNtips -
rumor selanjutnya dalam ujian tertulis adl Passing Grade. Apa itu? #SNMPTNtips -
Passing Grade bukanlah penilaian resmi dr penyelenggara SNMPTN, hanya angka yg ditetapkan oleh lembaga terkait. #SNMPTNtips -
lembaga terkait itu bisa berupa bimbel atau lembaga pendidikan non-formal lainnya. #SNMPTNtips
-
Passing Grade (PG) hanya utk mengukur kemampuan, PG dihitung dr alumni tahun lalu yg berhasil masuk ke jurusan tsb #SNMPTNtips -
sekali lagi kami menghimbau, jgn terlalu terpaku dgn PG, melampaui PG bukan berarti sudah pasti masuk. jadikan PG utk pembanding #SNMPTNtips -
kami akan tampilkan PG dr salah satu bimbel, tp ingat, ini hanya untuk pembanding. utk mengukur sejauh mana kalian berjuang. #SNMPTNtips -
PG IPA: Pend. Dokter (53.53)-Ilmu Komputer (48.10)-Elektronika dan Instrumentasi (47.75)-Teknik Kimia (46.91) #SNMPTNtips -
PG IPA: Fisika Teknik (46.50)-Teknik Elektro (45.76)-Teknik Industri (44.76)-Teknik Nuklir (44.31)-Farmasi (43.39) #SNMPTNtips -
PG IPA: Pend. Dokter Gigi (41.40)-Teknologi Pangan & Hasil Pertanian (40.37)-Teknik Mesin (40.32)-Ilmu Keperawatan (40.17) #SNMPTNtips -
PG IPA: Kimia (40.17)-Ilmu Keperawatan Gigi (40.17)-Teknik Sipil dan Lingkungan (39.00)-Mikrobiologi Pertanian (38.83) #SNMPTNtips -
PG IPA: Statistika (38.76)-Arsitektur (38.49)-Matematika (38.01)-Ilmu dan Industri Peternakan (37.88)-Teknik Geologi (37.17) #SNMPTNtips -
PG IPA: Teknologi Industri Pertanian (35.86)-Perencanaan Wil dan Kota (35.33)-Gizi Kesehatan (35.21)-Teknologi Informasi (35.00) #SNMPTNtips -
PG IPA: Fisika (33.84)-Teknik Pertanian (33.67)-Kartografi dan Penginderaan Jauh (33.00)-Pmbngunan Wil (32.00)-Geofisika (31.88) #SNMPTNtips -
PG IPA: Teknik Geodesi (31.46)-Sos Ekonomi Pertnian/Agribisnis* (31.18)-Agronomi (31.17)-Geografi dan Ilmu Lingkungan (31.00) #SNMPTNtips -
PG IPA: Pend. Dokter Hewan (30.86)-Kehutanan (30.50)-Biologi (30.44)-Ilmu Tanah (29.50)-Pemuliaan Tanaman (29.01) #SNMPTNtips -
PG IPA: Penyuluhan & Komunikasi Pertanian(28.15)-Manajemen Smbrdaya Perikanan*(27.83)-Teknologi Hasil Perikanan(27.57) #SNMPTNtips -
PG IPA: Budidaya Perikanan(26.67)-Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan*(24.83) #SNMPTNtips -
sekali lagi, angka2 di PG ini ditetapkan oleh lembaga terkait, biasanya bimbel. #SNMPTNtips -
jadi jangan heran kalau nanti bertemu dgn angka yg berbeda. yg paling penting, liat penjelasan tentang PG di twit2 sebelumnya. #SNMPTNtips -
udah malem, ikan bobo... PG IPS kita tampilin besok ya... sekalian share sesuatu yg lain :) #SNMPTNtips
N & D
simbol perdamaian merupakan gabungan antara 2 huruf N & D, kependekan dari 'Nuclear Disarmament' (anti senjata nuklir).
baru taukan? sama saya juga :P *emaap
baru taukan? sama saya juga :P *emaap
Anak Tukang Becak yang Sukses Jadi Dokter UGM
Ini salah satu real story yang cukup menginspirasi. bukti bahwa pendidikan itu milik siapa saja, dan bukti bahwa FK bukan milik orang kaya saja. selamat membaca :)
Tekan Biaya Kuliah dengan Pinjam Buku ke Senior
Meski hidup dengan kondisi ekonomi yang serba kekurangan,
Agung Bakhtiyar mampu mewujudkan impiannya. Anak tukang becak itu kemarin (8/7)
diwisuda menjadi dokter dari Fakultas Kedokteran UGM dengan IPK 3,51.
NANI MASHITA
Rumah bercat hijau dan berdinding gedhek itu begitu sederhana. Di salah satu sisinya terbuka sebuah
jendela kecil. Seorang pria tua dengan ramah menyapa dan mempersilakan Jogja Raya masuk ke rumah di Terban GK/V
No 719, Kelurahan Terban, Kecamatan Gondokusuman.
Di ruang tamu seluas 3x4 meter tersebut, ada beberapa
perabotan yang ditaruh sekenanya. Meja kayu bundar yang tak begitu besar diletakkan
di sudut ruangan. Sebuah pesawat televisi diletakkan di atas meja plastik
berwarna hijau. Menghadap ke pintu masuk, ada tiga kursi lainnya. Di seberangnya,
sebuah kursi bambu difungsikan sebagai kursi untuk menerima tamu. Sepiring
makanan tradisional seperti jadah, getas, dan sesisir pisang tersaji di atas
meja bertaplak warna merah. Satu-satunya cahaya di ruangan itu berasal dari
jendela kecil yang terbuka lebar tadi.
Dari balik tirai, tuan rumah Agung Bakhtiyar muncul dengan mengenakan
baju batik warna terang dipadu celana kain hitam. Memakai kacamata, wajahnya
terlihat bersih terawat dengan janggut tipis di dagu. Tidak ada yang mengira
apabila dia anak tukang becak yang biasa mangkal di depan Hotel Santika Jogja.
Awalnya, Agung terlihat kikuk saat menceritakan
keberhasilannya menjadi dokter. Tangannya terlihat menggenggam buku rekening
BNI. ’’Waduh… mau cerita apa ya,” katanya malu-malu, Jumat (8/7).
’’Ibu tidak mau ada perayaan untuk syukuran kuliah.
Rencananya ingin mengadakan aqiqah
saya dan dua kakak laki-laki saya, kalau ada uang lebih,” tuturnya.
Agung mengaku sebenarnya dia tidak ingin melanjutkan kuliah karena
melihat kondisi ekonomi keluarganya yang pas-pasan. Ayahnya, Suyatno, hanya seorang
tukang becak yang penghasilannya tidak tetap dan hanya cukup untuk makan
sehari-hari. Sedangkan ibunya, Saniya, saat itu (2005) berjualan botol bekas.
Meski begitu, orang tua Agung menginginkan bungsu dari empat bersaudara itu melanjutkan
kuliah hingga lulus, tidak seperti tiga kakaknya yang hanya lulus SMA. ’’Ibu
saya sangat kepingin saya kuliah,”
katanya
Awalnya, Agung menjajal ikut seleksi ujian masuk di Fakultas
Pertanian UGM namun gagal. Meski begitu, alumnus SMAN 6 Jogjakarta itu tidak
putus asa. Dia lalu ikut seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB). Kali ini dia
memilih Fakultas Kedokteran sebagai pilihan pertama dan ilmu hama Fakultas Pertanian di pilihan kedua.
’’Saya tidak tahu kenapa memilih kedokteran saat itu. Mungkin
karena saya gampang tersentuh kalau melihat pasien,” katanya.
Saat berbincang, gaya bertutur lelaki kelahiran Jogja 30
Juni 1987 itu terkesan slengekan meski
beberapa kali tatapannya menerawang jauh. Perbincangan sempat terhenti saat ibu
Agung datang membawa nampan berisi dua gelas teh hangat. Tidak lama kemudian,
dia pergi meninggalkan rumah. ’’Ibu kembali ke Pasar Terban, jualan rongsokan,” kata Agung.
Tak disangka, lanjut cerita Agung, dia diterima di Fakultas
Kedokteran UGM. Dia sempat kebingungan mengetahui diterima di fakultas
bergengsi itu. Dia pun takut memberitahukan kabar menggembirakan itu kepada
orang tuanya. Salah satu yang menjadi bebannya saat itu adalah biaya pendidikan
kedokteran yang sangat besar.
Sebelumnya, Agung juga diterima di D3 Komputer dan Sistem
Informasi (Komsi) UGM. Mau tidak mau akhirnya dia memberi tahu orang tuanya
sekaligus minta pertimbangan untuk memilih fakultas yang akan dimasuki. Tapi,
orang tua menyerahkan sepenuhnya keputusan itu kepada Agung. Agung pun akhirnya
memilih kedokteran setelah mendapat masukan teman-temannya.
Untuk menunjang kuliah, Agung sempat ’’nodong’’ orang tuanya
untuk dibelikan komputer dan ternyata dikabulkan. ’’Saya sungguh terharu dengan
orang tua saya yang berkomitmen mendukung saya kuliah,” katanya.
Hambatan terus menghadang Agung ketika menjalani perkuliahan.
Yang paling tampak mengenai gaya
hidup mahasiswa Fakultas Kedokteran yang kebanyakan dari kalangan the have dan glamor. Mulai gaya berpakaian, kendaraan,
hingga peralatan pendukung perkuliahan lainnya. Orang tuanya sempat khawatir
dengan kondisi psikologis Agung menghadapi teman-temannya yang serba
berkecukupan. ’’Tapi saya meyakinkan orang tua untuk tidak perlu khawatir,”
tuturnya.
Soal pelajaran di kampus, setahun pertama Agung sempat tidak
betah gara-gara dia lebih senang ilmu eksak seperti fisika, matematika, dan
kimia. Sedangkan di kedokteran, nilai-nilai humanisme dikedepankan. Tetapi,
perubahan terjadi ketika dia sudah mulai bersentuhan dengan pasien di rumah
sakit. ’’Dari sana
tumbuh kecintaan saya untuk kuliah di kedokteran hingga lulus,” tuturnya.
Alumnus SMPN 5 Jogja itu berupaya untuk bisa menekan ’’biaya
kuliah’’ hingga seminim mungkin. Beberapa cara yang dilakukan dengan memfoto-copy
materi kuliah, men-download referensi
di internet atau meminjam buku-buku ke senior. Dalam pergaulan Agung juga tidak
minder bila temannya mengajak dia untuk
nongkrong di tempat-tempat gaul.
’’Teman-teman saya baik-baik semua. Mereka tahu dengan
kondisi saya,’’ ujar Agung yang mulai mendapatkan beasiswa dari UGM pada tahun
ketiga kuliahnya.
Selama kuliah, Agung mengaku sempat ikut membantu ibunya
berjualan barang bekas di Pasar Terban. Tetapi, seiring dengan makin padatnya
jadwal kuliah dan praktik, maka kegiatan di pasar itu lama-kelamaan tak bisa
dia penuhi.
Kini, setelah diwisuda menjadi dokter, dia mengaku lega sekaligus
tertantang untuk bisa mengentaskan keluarganya dari kemiskinan. ’’Saya harus
bisa membantu ibu agar usaha jualan barang rongsok
itu berkembang dan bisa memperbaiki ekonomi keluarga,” katanya.
Sudah dua setengah bulan ini Agung bekerja di klinik sebuah
perusahaan di wilayah Tangerang. Kemarin dia harus pulang ke Jogja untuk
mengikuti upacara pelantikannya sebagai dokter, sekaligus mengurus KTP-nya yang hilang saat naik angkot.
Ditanya soal rencana masa depan, Agung mengaku ingin
meneruskan pendidikan dokter spesialis. Namun, dia sadar dengan kondisi ekonomi
kedua orang tuanya sehingga tidak terlalu berharap bisa meneruskan pendidikan
dalam waktu dekat.
’’Mungkin saya menabung dulu karena jadi dokter spesialis kan
butuh dana ratusan juta,” pungkasnya. (*/ari)
source : http://sitasaja.blogspot.com/2011/07/agung-bakhtiyar-anak-tukang-becak-yang.html
TO UN atau TO SBMPTN
Assalamu’alaikum ..
maaf aku telat ngepost, harusnya hari rabu lalu tapi karena ada kendala teknis, baru di post sekarang. selamat membaca ^^
Bismillah dulu mau nulis ya hehe
:D
Hari ini, kamis 5 Februari 2014.
Lalu ada apa? Nothing special sih, bukan hari besar atau libur nasional pun.
Cuma hari ini adalah hari terakhir TO UN
perdana sekolahku, SMA Negeri 1 Andong. Nano-nano sih rasanya. Seneng, sedih, kecewa, bahagia, galau. Ya
maklumlah pertama kali. Dan aku disini
ngerasain beban yang beda sama TO SBMPTN. Cerita dimulai dari TO UN hari
pertama ya.
Senin 3 februari 2014, mapel yang
diujikan berdasarkan jadwal UN tahun ini yang Cuma 3 hari. Yap, that was bahasa
Indonesia dan biologi. Bahasa Indonesia
ga belajar sama sekali. Bukannya nyepelein sebagai mapel yang ga terlalu
penting sih, tapi gatau apa yang harus dipelajarin. Soalnya gampang susah,
susahnya itu karena bahasa Indonesia pakai analisis, logika. Jadi tiap orang punya pendapat beda. Dan ada
beberapa soal itu rancu jawabannya. Entahlah. Aku berdoa yang terbaik aja. Nah
jam keduanya itu, biologi. Dan taraaaaa! Did you know what happened with
biology? Ya Allah, disini aku ngerasa aku masiihhh sanggaaaatt kurang belajar
*alay tulisan* yap, gimana engga, harusnya aku dapet paket A eh dituker sama
paket B sama gurunya, and surprise! Soalnya sesuai SKL sih, tapi penjabarannya
itu luas. Beda sama yang soal A, sesuai SKL dan soalnya juga ada bacaannya di
buku.. duh, mau nyalahin guru kualat ntar. Yasudah aku ngerjain sebisaku aja
dan insting :D disini juga aku berdoa yang terbaik :)
Selasa 4 februari 2014, mapelnya
matematika dan kimia :) yapp, 2 mapel eksak semua. Hari itu aku belajar
matematika baru dari jam 3 pagi, dan kimianya dari malem. Itu akibat aku gatau
mesti belajar dari mana dulu. Sama-sama penting. Dan alhasil pas ngerjain aku
banyak lupa rumus, gatau agak gimana gitu ngerjainnya.. aku banyak ga bisanya.
Bahkan pakar, olimpiade matematika pun bilang susah :o dan pas kelua ruangan
kepala subhanallah berat banget.. tapi oke, alhamdulillahnya aku langsung sadar
diri. Masih ada kimia yang harus ditaklukkan. So aku masih ada tugas buat
nyelesaiin belajar kimiaku :) dan teeett soalnya pun sudah siap disantap
didepanku.. Alhamdulillah engga seberat kimia. Emang sih ada beberapa nomor
yang aku tinggal dulu, but di sisa-sisa akhir waktu *nahloh* test, aku ulang
lagi soal-soal itu.. dan saat itu pengawasnya yang empunya kimia :D dan sampai
15 menit terakhir ga ada yang berani keluar -_- entah engga tau
persengkongkolan mereka apa :p dan yaa
bel berakhir baru pada keluar. Kepala engga seberat tadi pas matematika. 2
pelajaran ini aku mohon yang terbaik juga :)
Rabu 5 februari 2014, hari
terakhir , lebih semangat lagi.. dan mapelnya bahasa inggris dan fisika. Bahasa
inggris aku ga belajar seperti bahasa Indonesia. Ya karena belajar pun ga bakal
keluar text yang sama :p pas LCnya ya Allah -_- speakernya gajelas banget masa,
mending yang woman, lah yang man ga ngerti gambar apa. Gambarnya juga ga jelas.
Soal text cerita banyak banget, kayak bahasa indo Cuma bahasa beda. Oke agak
berat sih disini kepala, lalu masih ada fisika. Semangat lagi wey! Aku optimis
aja, fisika termasuk mapel yang aku suka. Aku lancer aja pas ngerjain, hingga
ada beberapa nomor yang sampai akhir aku ga nemu pencerahan. Kepala sudah berat
disini. Waktu habis aku kurang 1 soal, dan pengawasnya malah marah-marah bukan
nyemangatin. Keluar ruangan mataku berkaca-kaca, hampi nangis. Cuma hampir
untungnya :’) kepala udah pasrah deh, sampai akhirnya buat ngerefresh kita
dikantinsampai sore. Nunggu ujan.
Ya itu cerita dari TO UN perdana
aku. Lah terus bedanya sama TO SBMPTN?
Bedanya adalah saat aku ikut TO
SBMPTN dan ada soal yang ga bisa itu bebannya ga seberat saat gabisa ngerjai
soal UN.. entah kenapa, kalo gabisa ngerjain TO UN ada tekanan.. mungkin
gurunya. Kan SBMPTN aku sekarang baru belajar sendiri. Sedang UN ada
pembimbingnya. Tapi bagaimanapun hasil dari kedua TO UN/SBMPTN aku tetap
semangat! Seengganya ga ngeluh di sosmed. Soalnya aku sadar diri masih banyak
kurangnya, bukannya mengeluh kenapa gabisa. Usaha juga belum maksimal. Semua jadiin
pelajaran biar ga terulang lagi. Semangat de! Semangat semua.
Sekian,
Wassalamu’alaikum wr wb..
selayang pandang
itu adalah gedung Teknik Nuklir UGM :) semangat! semoga tahun ini juga bisa kuliah di gedung itu :3
ini lambang yang diagungkan dari NUKLIR! awesome ya ! semangat :)
ini masjid kampus UGM :) ga kayak masjid univ lain yang punya nama, masjid di UGM ini gapunya nama.. namanya ya MASJD KAMPUS :D
ini depan kampus ya? iya kali haha konon kata kaka kelas yang kuliah di UGM, terus foto disini, wisudanya lama.. entahlah mitos dari mana itu :D
sekilas UGM ya.. dan teknik nuklirnya. hehe semangat tahun ini pasti bisa masuk teknik nuklir!
ini lambang yang diagungkan dari NUKLIR! awesome ya ! semangat :)
ini masjid kampus UGM :) ga kayak masjid univ lain yang punya nama, masjid di UGM ini gapunya nama.. namanya ya MASJD KAMPUS :D
ini depan kampus ya? iya kali haha konon kata kaka kelas yang kuliah di UGM, terus foto disini, wisudanya lama.. entahlah mitos dari mana itu :D
sekilas UGM ya.. dan teknik nuklirnya. hehe semangat tahun ini pasti bisa masuk teknik nuklir!
Langganan:
Postingan (Atom)




